Laman

Manstrab gan!!!!. Diberdayakan oleh Blogger.

Me on Facebook

Kategori

Sabtu, 30 April 2011

postheadericon Download Ebook: HAM dalam Pandangan Islam (Makalah Kajian Ustadz Kholid Syamhudi)


Baru-baru ini pada 17 April 2011 bertempat di Masjid Jami’ Al-Sofwa, Ust. Kholid Syamhudi, Lc – pengasuh Ponpes Ibnu Abbas Sragen dan Majalah As-Sunnah – menyingkap wacana HAM ini di dalam ceramah yang bertajuk HAM dalam Pandangan Islam. Beliau mengawali penjelasannya dengan perjalanan historis wacana HAM ini di eropa dan barat yang diikuti dengan munculnya formalisasi ham dalam bentuk deklarasi maupun piagam. Baru setelahnya dibahas perbandingan antara HAM versi Barat/Eropa dan HAM menurut Islam.


Menurut Ustadz lulusan Universitas Madinah dan juga mengenyam pendidikan di Teknik Nuklir UGM ini, HAM telah ada di dalam Islam jauh sebelum Barat mengenalkannya. Tidak hanya itu HAM versi Islam juga lebih spesifik dan lengkap termasuk sanksi-sanksinya.

Untuk lebih jelasnya silakan di download file pdfnya di bawah ini
>>>>Download HAM dalam Pandangan Islam

sumber :http://salafiyunpad.wordpress.com
Baca Lengkap Gan..

Rabu, 27 April 2011

postheadericon [EBOOK] Syiah Menghalalkan taqiyah (berdusta) Untuk Menipu Kaum Muslimin


Bismillah
alhamdulillah,Segala Puji bagi Allah yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya.Shalawat serta salam kami haturkan kepada Baginda Rasulullah Sahllallahu'alaihiwasallam beserta keluarga, para sahabatnya,dan para pengikutnya yang senantiasa menghidupkan Sunnah-Sunnah beliau hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini, kami menghadirkan kembali sebuah ebook ilmiah yang membahas tentang Taqiyah yang merupakan aqidah kaum syiah.


Dalam ebook ini akan dijelaskan bagaimana kaum Syiah menipu kaum Muslimin.Untuk lebih jelasnya silakan di download Ebooknya.

>>>>TAQIYAH RITUAL KAUM SYIAH
Baca Lengkap Gan..

Minggu, 24 April 2011

postheadericon [PENTING] Ebook kumpulan Tanya Jawab Islam Ilmiah


Bismillah
Segala Puji bagi Allah 'Azawajalla yang telah melimpahkan Rahmat,hidayah,dan keistiqomahan di atas Islam yang haq.
Shalawat serta Salam kepada Baginda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam beserta para keluarga,sahabat dan pengikutnya yang senantiasa memperjuangkan Sunnah-Sunnah beliau hingga akhir zaman.Insya Allahuta'ala.

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kami menghadirkan page baru pada blog ini yang memfasilitasi para pengunjung untuk dapat mendownload secara langsung file-file yang Insya Allah bermanfaat bagi pengunjung.


Pada postingan perdana ini Alhamdulillah kami memberikan link direct download ebook chm yang isinya berbagai macam artikel yang memuat seluruh masalah dalam agama Islam,Insya Allah. Kelebihan ebook ini adalah artikel-artikel di klasifikasikan dalam berdasarkan masalah-masalah yang berkaitan dengan penghambaan diri seorang Muslim kedapa Rabbnya. Terlebih lagi artikel ini kebanyakan di susun dalam bentuk tanya jawab, sehingga artikel-artikelnya pun memang berdasarkan permasalahan kontemporer yang dihadapi kaum Muslimin belakangan ini.

Artikel-artikel yang adapun di susun dengan memperhatikan kaidah-kaidah pengambilan dalil yang haq dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang meninggalkan penuhanan akal dan perasaan.Kemudian banyak dari artikel merupakan penjelasan langusung dari para ulama Kibar sehingga Insya Allah memuaskan bagi yang membacanya.

Semoga dengan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,.Silakan download filenya di bawah ini.

>>>> Kumpulan Tanya Jawab Dalam islam

Baca Lengkap Gan..

postheadericon Nasihat dari saudaramu wahai para pengguna facebook



Ittaqillah hautsumakunta,...
terkadang seseorang tidak bisa menjaga dirinya di kala menulis status,.
Ia sengaja mengundang rasa penasarang orang untuk berkomentar dengan statusnya, meskipun itu datangnya dari lawan jenisnya,.
Padahal di antara mereka telah ada yang mendapat gelar aktivis dakwah yang notebene bisa menjaga dirinya dari hal-hal yang di larang dalam syariat Islam..


ya ikhwani wa akhowati,.
ittaqillah haitsuma kunta,.
Di dunia nyata engkau begitu menjaga pandangan mu dari lawan jenismu,.
tapi ketika di dunia maya seolah-olah kau angkat dan pandangi dengan mata terbuka lebar pada lawan jenismu,.
Di mana letak keistiqamahanmu?
Ittaqillahaitsumakunta,.
Semoga Allah menjaga kita semua dari tipu daya syeitan
Mungkin inilah pesan singkat dari saudaramu yang tidak menginginkan dirimu jatuh pada kebinasaan.

Hamudi bin Abudurrahman, Hamba Allah yang membutuhkan nasihat.
Baca Lengkap Gan..

Sabtu, 23 April 2011

postheadericon Nasihat bagi saudaru/i ku aktifis dakwah


Wahai saudara,saudariku
Perhatikanlah dengan siapa lawan bicara,sms, chating atau telpon kalian.
Allah dan Rasul-Nya telah memberikan batasan2 yang jelas mengenai pergaulan di antara lawan jenis dan sesama jenis, di antara mahrom dengan non mahrom. Sungguh fitnah di balik berbicara dengan lawan jenis tanpa adab adalah sangat besar. Somoga Allah memuliakan mereka yang menjaga kehormatan diri mereka dari berkholwat (berdua-duaan dengan lawan jenis,) baik tanpa perantara, maupun menggunakan perantara (hp, internet,dll)

Ikhwani wa akhowati fiddien,ittakillah, ketahuilah bahwa berkholwat dengan lawan jenis adalah hal yang terlarang secara mutlak baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah, dan bahkan ini adalah tipu daya syeitan yang telah menghiasai suatu kemaksiatan sebagai suatu amal ibadah.
Kau katakana “Ana berbicara dengannya dengan tujuan menjelaskannya tentang masalah agama dan saling menasihati“, maka di jawab, kenapa harus berduaan, mengapa engkau tidak mempersaksikan percakan kalian dengan menghadirkan saudara/I mu yang lain untuk menyaksikanmu?Perhatikanlah saudara/iku bagaimana permasalahan cinta yang terlarang lahir dari hal yang seperti demikian. Setidaknya tumbuh benih2 merah jambu (VMJ) yang akan dijadikan senjata utama oleh iblis untuk menyesatkan kita.

Wahai saudaraku bertakwalah kepada Allah. Jauhilah hal ini.Cara menjelaskan agama yang hanif ini dengan jalan seperti itu lebih berbahaya dari pada cara-cara orang fasik yang secara terang-terangan mengobrol dengan lawan jenisnya tanpa adab,dan tanpa tujuan-tujuan yang terpuji. Mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah kemaksiatan sehingga ada kesadaran untuk memperbaiki diri.Sedangkan tidak demikian dengan kita, terkadang kita menganggapnya sebagai amal ibadah yang dapat mendekatkan diri kalian pada Allah.
Kalian yang lebih berilmu pasti lebih mengetahui hadits berikut ini “Tidaklah kutinggalkan suatu ujian yang lebih berat bagi laki-laki melebihi wanita” (HR Bukhari no 4808 dan Muslim no 2740 dari Usamah bin Zaid), tapi hal itu dilupakan ketika kemaksiatan itu telah dihiasi oleh syeitan untuk menipu kita.

Kemudian “Sesungguhnya awal kebinasaan Bani Israil adalah disebabkan masalah wanita” (HR Muslim no 7124 dari Abu Said al Khudri).Akankah kita juga akan menghancurkan agama ini atau setidaknya kita meninggalkan dakwah sunnah ini?Wallaahi, kita berada dalam kesesatan.
Perempuan/plelaku yang mengajak kita ngobrol dengan berbagai obrolan ini padahal tidak ada hubungan kekerabatan antara dirimu dengannya adalah suatu yang haram. Hati-hatilah dengan cara-cara semisal ini. Semoga Allah menjadikanmu sebagai salah seorang hambaNya yang shalih.

Mungkin inilah nasihat dari seorang sahabat yang menginginkan kebaikan bagi kalian, dan ana bukanlah orang yang sempurna, tapi ana ingin menjadi orang yang Rasulullah sebutkan “Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)

Ditulis oleh Hamudi bin Abdurrahman
16 Rabb'il awal 1431 H
Ditulis dipagi hari yang Insya Allah keberkahan di dalamnya

Wallahua’lam



Baca Lengkap Gan..

Jumat, 22 April 2011

postheadericon JOMBLO BERAKHIR MANIS


Jomblo…Istilah yang begitu familiar di telingan sebagian kita, mungkin!
Istilah yang melekat pada diri orang yang tidak mempunyai pasangan(baca:pacar)
Meski…sebenarnya sebutan pacar juga tak dikenal dalam syariat ini.
Anehnya, sebagian remaja dan pemuda malah meraas gerah dan sesak dengan status jomblo,..

Tono (bukan nama sebenarnya),Terlihat murung dengan wajah seringnya dilipat karena pasalnya dua orang teman karibnya akhir-akhir ini sering jalan bareng,telpon-telponan,sms-an sepanjang waktu dengan pasangan perempuannya masing-masing. SEdangkan dia sendiri sampai detik ini tidak memiliki satu orangpun teman perempuan alias menjomblo.

Lain halnya dengan Rizal, sebut saja begitu. Meski tak punya teman perempuan, ia tetap ceria dalam kesehariannya. Bahkan bisa dibilang hari-harinya diisi dengan sederet aktifitas yang bermanfaat. Ta’lim,belajar, dan serangkaian kegiatan kampus. Bukannya ia tak pingin pacaran. Namun, ia sadar betul bahwa aktifitas tersebut jelas berupa pelanggaran. Celah menuju perzinaan. Bukankah Allah telah melarang kita mendekati zina?

Pacaran Buka Tren

Kasus kehidupan anak remaja semisal tono sering terjadi di sekitar kita. Bukan yang remaja semata, yang dewasa pun sering mengalaminya. Namun apakah benar, ada pacaran dalam Islam? Jawabannya:jelas tidak!!!
Terus ada sederet pertanyaan terlontar. Bukankah pacaran itu menyenangkan?Bukankah ia bisa menjadi penyemangat dalam aktifitas? Bukankah pacaran bisa menjadi gerbang seseorang untuk meperdewasa diri? Bukankah…? Dan sederet syubhat serta kerancuan yang disuguhkan setan untuk melegitimasi yang namanya pacaran.
Kalau mau jujur tentulah kita akan mengatakan bahwa pacaran merupakan sarana perzinaan. Bukan muhrim, bukansaudarak tapi jalan bareng, berpegangan, berduaan di tempat yang sunyi,de el el.
Kalau bukan gerbang menuju zina…lalu apalagi namaya? Padahal dalam ayat-Nya Allah telah melarang kita untuk mendekati zina,.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)
Dalam hadits pun Rasulullah melarang dua orang lain jenis untuk berduaan karena bakal ditemani pihak ketiga, yakni setan.
Apapun alas an dan dalihnya, pacaran tidak ada dalam kamus Islam. Bukan pula tren remaja Muslim, meski seakan ia penuh dengan manfaat dan faedah!

Saatnya Berakhir Manis

Islam datang dengan penuh kesempurnaan. Pun dengan masalah yang terkait dengan yang namanya cinta lawan jenis. Ketika perzinaan dilarang, Islam memberi solusi agar tak terjebak di dalamnya. Sebagaimana kita tahu, memang fitrah, Allah telah menumbuhkan rasa cinta pada diri manusia terhadap lawan jenis. Allah juga menyediakan tempat penyaluran jenis cinta yang satu itu jauh lebih indah dari sekedar pacaran, yakni PERNIKAHAN. Itulah salah satu bukti keindahan dan kesempurnaan Islam.
Allah ‘Azawajalla berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
“Dan di antara tanda kekuasaan Allah ialah Ia menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram denganya.” (QS. Ar Ruum: 21)
Manakala Allah melarang kita untuk mendekati zina (pacaran). Berarti Dia telah menyediakan suatu proses menuju pernikahan yang lebih indah, elegan dan tetap menjaga kehormatan daripada sekedar pacaran. Jadi pacaran yang benar adalah pacaran setelah nikah. Artinya kita boleh mencurahkan segala cinta manusiawi kita terhadap pasangan hidup hanya karena Allah dan demi memelihara kehormatan diri. Itulah solusi manisnya bagi yang sudah mempu menjalaninya, tentu!

Bagi yang Belum Siap

Meski demikian, bagi kamu antum wa antenna yang sudah kepengen nikah tapu belum mampu (artinya belum bisa melaksanakannya) ada terapi jitu yang mesti di jalani , di antaranya:
1. Puasa
Hal ini selaras dengan sabda Nabi Shallallahu’alaihiwasallam,”Wahai para pemuda , siapa saja diantara kamu yang memiliki kemampuan hendaknya segera menikah. Karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya. Barang siapa yang belum mampu , maka puasa merupakan salah satu peredam nafsu syahwat baginya”


2. Menjaga pandangan
Terapi berikutnya adalah dengan senantiasa menundukkan pandangan dari hal-hal yang dilarang agama, sebagaimana firman Allah
“Katakanlah pad para lelaki yang beriman:’hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan, karena yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah juga kepadapara peremapuan yang beriman:’hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluan…”(An-Nur[30-31])
Menundukkan pandangan di sini berarti menjaga pandangan agar tidak liar atau tertuju pada hal-hal yang diharomkan, sehingga kita dapat mengendalikan hati dan membuatnya bercahaya dalam naungan iman dan taqwa.


3. Menjaga pergaulan, hindari ikhtilat


4. Mengisi hari-hari dengan aktifitas syar’i
Terutama memelajari ilmu agama ini. Memelajari ilmu syar’I bisa di tempuh dengan banyak membaca buku, mendengarkan rekaman pengajian, dan menghadiri majelis ta’lim yang sarat dengan curahan ilmu.
Tidaklah bijak apabila cinta yang suci ditujukan pada tempat yang keliru. Tidaklah benar bila kita mencurahkannya kepada yang bukan berhak. Dan yang tepat adalah meletakkan dan menyemai cinta haruslah sesuai aturan dan tepat sasaran, yakni mengembangkan dan mencurahkannya karena Allah dan di jalan-Nya semata.

Ditulis oleh
Abu Nayla I, dalam rubrik bahasan utama majalah elfata vol.7 2007
Baca Lengkap Gan..

Jumat, 15 April 2011

postheadericon [PENTING]APAKAH ITU WARA’ DAN BAGAIMANAKAH KONSEKUENSINYA?

Sikap wara’ dalam mencari rezeki dan kehidupan sudah jarang disebut dan diperhatikan kaum muslimin. Kita lihat kaum muslimin sangat menggampangkan masalah ini sehingga terjerumus dalam perbuatan tercela dalam memenuhi kebutuhannya. Riba, dusta, menipu dan perbuatan haram lainnya dilakukan tanpa merasa berdosa hanya untuk dalih memenuhi kebutuhan hidup. Dan ada pula yang lebih sangat menyedihkan yang ada dikalangan pemuda pada umumnya,dimana mereka memiliki giroh yang besar untuk dapat berperan penting dalam memperjuangkan Islam, tapi sayangnya dengan keterbatas ilmu merekapun mengambil jalan yang salah sehingga bukan saja menghinakan dirinya tapi juga dapat mencoreng Islam sebagai agama satu-satunya yang diridhoi Allah ‘Azawajalla. Mereka melupakan sifat wara’ yang menjadi sifat yang mulia yang dapat menjaga kehormatan kaum muslimin dan kehormatan agama Islam.

Apa Haketkat Wara’?

Para ulama memberi memberikan definisi wara’ dengan beberapa ungkapan, diantaranya:

Wara’ adalah meniggalkan semua yang meragukan dirimu dan menghilangkan semua yang membuat jelk dirimu dan mengambil yang lebih baik
Wara’ adalah ibarat dari tidak tergesa-gesa dalam mengambil barang-barang keduniaan atau meninggalkan yang diperbolehkan karean khawatir terjerumus dalam perkara yang dilarang.

Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menggambarkan sikap wara’ ini dengan ungkapan , “Sikap hati-hati dari terjerumus dalam perkara yang berakibat bahaya yaitu yang jelas pengharaman dan yang masih diragukan keharamannya. Dalam meninggalkan perkara tersebut tidak ada mafsadat(kerugian/keburukan) yang lebih besar dari mengerjakannya.”(Majmu’’ Fatawa 10/511)



Hal ini disimpulkan secara ringkas oleh murid beliau imam ibnu al-Qayim rahimahullah dengan ungkapan, “wara’ adalah meninggalkan semua yang dikhawatirkan merugikan akhiratnya.”(al-Fawaaid hlm 18)



Dari penjelasan di atas mari kita koreksi diri kita, kita koreksi segala jenis amalan kita apakah kita telah menerapkan sifat wara’ ini ?apakah ketika kita berada di kantor ataupun di sekolah/kampus kita berhati-hati dari setiap perkara dunia yang bisa menjerumuskan kita keperbuatan yang dilarang?Contohnya, saat seseorang di kantor, bagaimana ia bersikap dengan peralatan kantor yang diberikan kepadanya untuk melaksanakan tugas-tugasnya,apakah ia berhati-hati dalam menggunakannya, atau apakah ia menggunakan peralatan kantor untuk kepentingan pribadinya,semisal menggunakan telpon kantor untuk menelepon anak,atau istrinya.



Kemudian contoh saat di kampus, bagaimana ia berhati-hati bergaul dengan teman-temannya,apakah ia mudah bergaul dengan siapapun tanpa memperhatikan dampaknya apabila ia tidak menyeleksi kawan-kawannya?bagaimanakah kehati-hatiannya dalam memanage lisannya meskipun hukum berbiara adalah mubah. Tapi apabila ia tidak mengaturnya dengan bijak maka lisannya bisa setajam pedang yang bisa membuat sebuah bencana besar di suatu negeri, sehingga iapun jatuh kedalam perkara yang haram.

Ciri dan Urgensi sikap Wara’

Ciri mendasar pada seseorang yang bersikap wara’ adalah kemampuannya meninggalkan sesuatu yang hanya semata-mata ada keraguan atau syubhat, seperti yang dikatakan oleh al-Khaththabi rahimahullah , “Semua yang engkau merasa ragu padanya, maka sifat wara’ adalah menjauhinya.”[Fath al-bari 4/293 , dari syarah bab ke-3 , dari kitab Buyu’]

Imam al-Bukhari rahimahullah mengutip perkataan Hasan bin Abu Sinan rahimahullah, “Tidak ada sesuatu yang lebih mudah dari pada sifat wara’:’Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.’”[Shahih Bukhori ]Sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam , beliau bersabda,

“Kebaikan adalah sesuatu yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tenteram kepadanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang jiwa tidak merasa tenang dan hati tidak merasa tenteram kepadanya, sekalipun orang-orang memberikan berbagai komentar kepadamu.”



Dan yang memperkuat hal itu adalah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir rahimahullah secara mursal,”Sesuatu yang diingkari hatimu, maka tinggalkanlah”[Shahih al-Jami’ no. 5564]

Sebagaimana wara’ mencakup semua hal baik yang berhubungan dengan usaha dan hubungan mu’amalah bahkan dakwah, juga mencakup lisan dan perbuatan lainnya. Lihat kebanyakan orang tergesa-gesa memberi fatwa tanpa ilmu merupakan sikap yang bertentangan dengan sikap wara’ , dan yang lebih mengerikan lagi adalah para pemuda saat ini yang dianugerahi giroh yang besar dalam berdakwah, tapi sayangnya mereka serampangan dalam menempuh jalan dakwa. Niat yang baik mereka bangun untuk menegakkan dan menebarkan sunnah ternyata tiada artinya setelah jalan dakwah yang mereka tempuh itu keliru. Karena semangat mereka yang tinggi untuk memperjuangkan sunnah akhirnya lupa untuk bersikap wara’, mereka tidak berpikir panjang akibatnya kepada orang lain apabila mereka menempuh jalan tersebut, mereka hanya berpatokan untuk ingin mengenalkan sunnah kepada orang lain dan mengajak orang lain kepada sunnah tapi mereka tidak mengingat bahwa ada sikap wara’ dalam berdakwah,.



Para sangat menekankan untuk bersikap wara’ terutama dalam ucapan sebagaimana yang dikatakan oleh Ishaq bin Khalaf rahimahullah “Wara’ dalam tuturan kata lebih utama daripada emas dan perak…”[Tahdzib Madarijus salikin hal .290]



Coba kita telaah lagi kalimat indah di atas,dan kita bandingkan dengan apa yang terjadi pada saat ini terutama para pemuda. Merka ketika berhadapan dengan suatu forum diskusi bukannya ilmu yang diutarakan tapi hinaan dan pelecehanlah yang terlontar, sehingga tidak jarang dari kaum Muslimin yang lari dari hidayah karena ucapan yang menyakitkan.Padahal kita mengenal mereka sebagai pejuang dakwah Sunnah yang mengemban dakwah yang penuh kasih sayang ini.



Insya Allah bersambung di tulisan berikutnya,



Hamudi bin Abdirrahman

Jakarta, 13 April 2011



Sumber tulisan : Majalah el-Fata Edisi 11 dan 12 volume 10, hlm.62 dengan sedikit tambahan dari kami.
Baca Lengkap Gan..

Paling Sering di Baca

Jumlah pengunjung

Chat Box