Laman

Minggu, 03 April 2011

postheadericon Taukah Anda apakah makna dan konsekuensi dari dua kalimat syahadat?


Bismillahirrahmanirrahim




Segala Puji hanya bagi Allah,Kami memuji-Nya, karena dengan izin-Nya kami masih bisa menuliskan tulisan yang bermanfaat bagi kaum Muslimin, Insya Allah. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.



Kerap terdengar ditelinga kita seseorang muslim mengucap Laa Ilaaha Illallah Muhammadarrasulullah dalam dzikir-dzikir mereka. Namun sungguh sangat disayangkan apabila ia mengucapkannya tanpa tau bahakan tanpa mautau makna dari apa yang ia lontarkan dari kedua bibirnya.



Padahal dua kalimat syahadat ini merupakan dasar sah dan diterimanya semua amal. Dan ketahuilah, bahwa diterimanya amalan seseorang tidak hanya dengan mengucapkan duakalimat syahadat, tapi ia harus siap dengan semua konsekuensi dari mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut.




Kedua kalimat syahadat ini memiliki makna, syarat-syarat , dan rukun-rukun yang harus diketahui, diyakini, diimani, dan diamalkan oleh seluruh kaum Muslimin.

  • Makna Laa ilaaha illallah Kalimat Laa ilaaha illallah memiliki makna yaitu beri'tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, menta'ati hal tersebut dan mengamalkannya. La ilaaha berarti menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya dan apapun bentuknya, sedangkan Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. [At Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali,Syeikh bin Baz] Secara garis besar berarti “Tidak ada sesembahan yang yang berhaq diibadahi dengan benar kecuali Allah” karena tuhan yang diibadahi selain Allah sangat banyak sekali, tetapi yang haq adalah hanya satu yaitu Allah semata. Kemudia ada kata-kata “dengan benar” dimaksudkan bahwa Allah mencintai para hamba-Nya yang beribadah kepada-Nya sesuai dengan cara yang Ia perintahkan baik secara langsung yang ada di Al-Qur’an maupun melalui Sunnah Nabi-Nya dan dan Ia murka pada para hamba-Nya yang beribadah dengan ibadah yang tidak Ia perintahkan. Dari pengertian makna dua kalimat syahadat ini ternyata banyak kaum Muslimin yang menafsirkan duakalimat syahadar dengan tafsiran yang batil dan fatal, maka di sini kami menasihati kaum Muslimin seluruhnya untuk tidak menafsirkan 2 kalimat syahadat dengan tafsiran di bawah ini
  1. Menafsirkannya dengan Laa ma’buda illallah(tidak ada yang diibadahi kecuali Allah ), padahal kalimat ini menunjukkan bahwa setiap yang diibadahi , baik benar maupun salah,berarti Allah
  2. Tidak ada pencipta kecuali Allah, padahal makna tersebut meupakan sebagian dari makna Laa ilaha Illallah yaitu masuk ke dalam Tauhid Rububiyah saja, sehingga belum cukup. Hal inilah yang juga diyakini oleh orang-orang musyrik yang hanya meyakini Allah sebagai pencinta segala suatu tetapi mereka selain beribadah kepada Allah juga mereka beribadah kepada batu, pohon, matahari,dll. Mereka ketika ditanya “Mengapa kalian menyembah batu” maka mereka menjawab “Kami tidak menyembah batu ini tetapi kami menjadikannya sebagai perantara kami dengan Allah”. Jika kita lihat para pemuja kubur dan pencari berkah pada tempat-tempat atau pada benda yang mereka anggap mendatangkan berkah saat ini tidak beda jauh jawaban mereka dengan kaum musyrikin zaman dulu. Meskipun mereka beralasan tidak menyembahnya yaitu apa-apa selain Allah tetapi Rasulullah tetap menyatakan mereka jatuh pada perbuatan syirik dan inilah yang Rasulullah perangi di zaman beliau dan ikuti oleh para Sahabat.
  3. "Tidak ada hakim (penentu hukum) selain Allah". Ini juga sebagian dari makna kalimat " Laa ilaaha illallah ". Tapi bukan itu yang dimaksud, karena apabila mengesakan Allah hanya dengan pengakuan atas sifat Allah Yang Maha Penguasa saja namun masih berdo’a kepada selain-Nya atau menyelewengkan tujuan ibadah kepada sesuatu selain-Nya, maka hal ini belum termasuk definisi yang benar.
  • Makna Syahadat "Anna Muhammadan Rasulullah"
  1. Mentaati apa-apa yang beliau perintahkan.
  2. Membenarkan apa-apa yang beliau sampaikan
  3. Menjauhkan diri dari apa-apa yang beliau larang
  4. Tidak beribadah kepada Allah melainkan dengan cara yang telah disyari’atkan. Artinya, kita wajib beribadah kepada Allah menurut apa yang disyari’atkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam, kita wajib ittiba’ kepada beliau shallallahu ‘alaihiwasallam.
Insya Allah penjelasan ini masih berlanjut pada tulisan berikutnya, semoga Allah masih meberikan kesempatan waktu dan umur untuk melanjutkan tulisan ini . Kami berlindung dari segala keburukan dan kejahatan makhluk-Nya dan kami mengembalikan semua urusan kepada Allah semata. Semoga Allah memberikan hidayah berupa taufiq kepada kita semua. Allahul Musta’aan nas’alullaahal ‘afwa wal ‘aafiyah. Ditulis di Jakarta, 8 Jumada 2 ,1431H Hamudi bin Abdurrahman as-Salafy [Diambil dari sebagian kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah,ust.Yazid bin Abdul Qadir Jawas, terbitan pustaka Imam Asy-Syai’i, dan penjelasan dari Syeikh bin Baz dalam kitab At Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali],.Af1 kalo ada yang salah tulis tolong di ingatkan,.
Share

0 komentar:

Paling Sering di Baca

Jumlah pengunjung

Chat Box