Laman

Sabtu, 02 April 2011

postheadericon TERNYATA SHALATNYA ORANG YANG TELPON2AN/SMSAN MA LAWAN JENIS BISA GA DI TERIMA LHOO


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala nikmat ini sehingga masih bisa berbagi ilmu dengan antum wa antunna. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan atas junjungan Alam Nabi besar Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam,dan juga para sahabat dan keluarga beliau yang selalu ada untuk beliau.



Terlihat sedikit mengejutkan jika dilihat dari judul tulisan ini, tapi beginilah upaya kami untuk memberikan nasihat bagi kita semua bahwa ada yang hal yang sangat penting yang mungkin kita semua meremehkannya.

Tulisan ini adalah tindak lanjut dari status-status kami yang banyak menyinggung problematika asmara yang terjadi antar pemuda/i saat ini. Khususnya interaksi di antara mereka baik via telpon maupun sms.

Tidak sedikit di antara mereka yang menjalin kasih secara terang-terangan(pacaran) maupun sembunyi-sembunyi karena takut di bilang pacaran dan banyak alasan lainnya. Bisa karena orang shalih yang terperangkap penyakit asmara maupun anak culun yang baru tau yang namanya cinta.



Inilah nasihat dari kami sebagai bentuk ingkar mungkar bagi kemaksiatan yang terus-menerus dilakukan oleh banyak orang saat ini,karena kewajiban bagi setiap muslim untuk ingkar mungkar terhadap suatu kemaksiatan di atas muka bumi ini apabila tidak ada yang ingkar mungkar sebelumnya.



“Telah dilaknati oran-orang kafir dai Bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”[QS.al maidah:78-79]

Baiklah kita mulai saja ke inti pembicaraan kita.



Mengenal apa itu Madzi

Bagi yang suka telpon-telponan ma smsan akan sangat sering mendapatkan hal ini, yaitu madzi. Ketika seseorang telah masuk ke dalam perbincangan langsung maupun via perantara dengan lawan jenisnya, kemudian di pembicaraan tersebut telah mulai mengundang syahwat maka di sinilah penyebab bisa tidak diterimanya shalat seseorang itu.

Madzi adalah cairan tipis dan putih yang berbentuk lendir, keluar dari (maaf) kemaluan disebabkan karena syahwat yang sedang bergejolak, tapi tidak keluar dengan syahwat(sebagaimana mani yang keluar dengan syahwat dan memancar) sehingga terkadang tidak diketahui kapan keluarnya. Bisa akibat menghayal yang jorok, berkata-kata mesra ke lawan jenis, di awal hubungan intim suami istri dan sebagainya yang dapat membangkitkan syahwat. Dan orang yang suka telpon-telponan dan smsan lebih mengetahui akan hal ini.



Hukum dari Madzi

Madzi statusnya adalah najis berdasarkan hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Saya adalah seorang pria yang sering mengeluarkan madzi. Karena itu saya pun menyuruh Miqdad menenyakan hal itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda, cukup berwudhu saja!” (H.R Bukhari)



Maksudnya adalah untuk mensucikan diri itu adalah dengan berwudhu sehingga hokum dari madzi adalah najis yang dapat membatalkan wudhu.



Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan beliau untuk mencuci zakar dan buah pelir lalu berwudhu. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu ‘Uwanah dalam Al-Mustakhrij.



Dalam kitab At-Talkhis Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Sanad hadits ini bersih tidak ada cacatnya. Oleh sebab itu, madzi statusnya najis wajib mencuci zakar dan buah pelir karena mengeluarkannya serta membatalkan wudhu.”

Bagaiman dengan pakaiannya? “Dianjurkan agar mengerik mani yang melekat pada pakaian meski kita telah menyatakan bahwa mani itu suci. Namun tetap sah shalat dengan mengenakan pakaian yang terkena mani meskipun belum dikerik.” (Al-Mughni I/763)



Adapun madzi, maka cukuplah dengan memercikkan air pada pakaian yang terkena karena sangat menyulitkan bila harus dicuci. Dalilnya adalah riwayat Abu Dawud dalam Sunannya, dari Sahal bin Hanif radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Saya merasakan kesulitan yang sangat disebabkan sering mengeluarkan madzi, sehingga saya berulang kali mandi. Lalu saya tanyakan hal tersebut kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Cukup bagimu berwudhu!” Wahai Rasulullah, bagaimana dengan pakaian yang terkena madzi?” tanyaku lagi. “Cukup engkau ambil seciduk air lalu percikan pada bagian yang terkena madzi!” jawab beliau.



Apakah Madzi itu ada pada wanita?

Jawaban: Ia,terjadi juga pada wanita, dan bahkan lebih sering terjadi pada wanita. Lalu mengapa dari hadits di atas kebanyakan para sahabat yang bertanya? Jawabannya karena wanita sifatnya pemalu, sehingga segan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah. Setiap hukum yang dijelaskan oleh Rasulullah itu secara umum adalah sama antara laki-laki dengan perempuan hingga ada dalil jelas yang membedakan hukumnya.



Kenapa Bisa Tidak diterima Shalat orang2 yang suka Telponan/smsan?

Inilah jawabannya : Setelah penjelasan tentang tentang sifat madzi itu maka kita mendapatkan beberapa hal yaitu:

1. Madzi itu najis dan harus di sucikan baik pada kemaluan dan pakaian yang terkena

2. Madzi itu keluar sering tanpa di sadari



Dari point di atas maka ada hubungan yang erat antar tema kita. Madzi keluar tanpa disadari sehingga orang yang sedang mabuk asmara, bercakap-cakap via telpon/sms tidak menghiraukan kondisi pada dirinya apakah ia keluar madzi atau tidak. Akibatnya mereka sering lupa untuk membersihkan diri dan pakaiannya dari madzi tersebut, dan DALAM KONDISI TIDAK SUCI BAIK DIRI MAUPUN PAKAIANNYA IA DIRIKAN SHALAT,dan apa hasilnya? Ia shalat dalam keadaan najis. Dengan kata lain

SHALATNYA TIDAK SAH.



Inilah sedikit nasihat dan sekaligus peringatan bagi antum wa antunna yang masih berkecimpung di dunia telpon2an/smsan mesra ada ancama dosa besar di balik itu semua.

Setiap kedzaliman dan kemaksiatan yang diperbuat sebelum bertaubat maka akan menimbulkan musibah yang besar bagi dunia dan akhiratnya.



Wallahua’lam

Sumber :

1. Majalah Al-Furqan edisi 05 tahun ke 10 bab “Meredam kemungkaran jalan menuju kebahagiaan”

2. Rumaysho.com

3. mardee19.wordpress.com

4. Muslim.or.id



Hamudi bin Abdurrahman

Jakarta,2 Muharam 1432 H
Share

4 komentar:

Anonim mengatakan...

jazakumullah ya Akhiy... :D

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
jazaakumullah khayran...
afwan, ana mau tanya tentang riwayat di bawah ini:

riwayat Abu Dawud dalam Sunannya, dari Sahal bin Hanif radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Saya merasakan kesulitan yang sangat disebabkan sering mengeluarkan madzi, sehingga saya berulang kali mandi. Lalu saya tanyakan hal tersebut kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Cukup bagimu berwudhu!” Wahai Rasulullah, bagaimana dengan pakaian yang terkena madzi?” tanyaku lagi. “Cukup engkau ambil seciduk air lalu percikan pada bagian yang terkena madzi!” jawab beliau.

bisa beri riwayat dan sanadnya? syukron^^

Ibnu Abdirrahman mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Ibnu Abdirrahman mengatakan...

wallahua'lam ya akhi,.ana tidak tahu bagaimana untaian sanadnya,.kalo masalah ini riwayat dari siapa,.bukannya antum udah sebutkan kalo ini hadits riwayat abu daud?

Paling Sering di Baca

Jumlah pengunjung

Chat Box