Laman

Kamis, 07 April 2011

postheadericon Taukah Anda apakah makna dan konsekuensi dari dua kalimat syahadat?[3]

Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Kami memuji-Nya dengan segala pujian. Engkaulah yang memberikan Kami hidup dan Engkau pula yang mematikan kami. Kami bersyukur padaMu atas segala nikmat terutama nikmat waktu dan kesempatan sehingga kami bisa melanjutkan tulisan ini dan memberikan manfaat bagi kaum Muslimin.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

Alhamdulillah pada tulisan yang telah lalu kita telah bersama-sama membaca mengenai makna dari dua kalimat syahadat beserta konsekuensinya. Maka pada tulisan kali ini kami akan berusaha menjelaskan kepada ikhwani wa akhowati mengenai SYARAT DARI DUA KALIMAT SYAHADAT.

Baiklah pertama-tama kami akan membahas mengenai syarat-syarat dari Kalimat لا إلاه اللهSyarat pertama:al-'ilmu:

1. Syarat pertama yaitu mengetahui arti kalimat لا إلاه الله

Sebagai mana yang Allah firmankan dalam surat Az-Aukhruf:86 yang artinya "melainkan mereka yang mengakui kebenaran, sedang mereka orang-orang yang mengetahui".Yang dimaksud dengan "mengakui kebenaran" adalah kebenaran kalimat laa ilaaha illallaah. Sedangkan maksud dari "sedang mereka orang-orang yang mengerti" adalah mengerti dengan hati mereka apa yang diucapkan dengan lisan. Dalam hadits shahih dari Shabat 'Utsman Radhyiallahu 'anhu bahwa Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhaq diibadahi dengan benar selain Allah, maka ia masuk surga"[HR.Muslim, Ahmad, dan Abu 'Awanah] . Banyak kita temui dari kaum Muslimin yang begitu mudahnya ia menyebutkan kalimat لا إلاه الله tapi di samping itu ia gencar melakukan kesyirikan kepada Allah. Maka ini menunjukkan mereka yang melakukan ini belum memahami apa yang mereka telah ucapkan, dan ini menjadi kekahwatiran yang besar karena ia telah berbuat yang merugikan kehidupan akhiratnya kelak. Maka saudara/iku marilah kita mulai mengoreksi diri dan keluarga terdekat kita terlebih dahulu, apakah kita dan keluarga telah memahi hakikat Syahadat itu. Setelah ini terwujud maka mulaialah mengingatkan saudara kita yang lainnya.

2. Syarat kedua:al-yaqiin

yaitu yakin sera benar-benar memahami kalimat لا إلاه الله tanpa ada keragauan dan kebimbangan sedikt pun Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم "...Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah dan bahwasanya aku (Muhammad صلى ا لله عليه وسلم) adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba menjumpai Allah (dalam keadaan) tidak ragu-ragu terhadap kedua (syahadat)nya tersebut, melainkan ia masuk Surga."[HR. Muslim, dari Abu Hurairah Radhyiallahu 'anhu]

Perhatikan pula QS. Al-Hujuraat:15.Maka,syarat untuk masuk Surga bagi orang yang mengucapkannya, yaitu hatinya harus yakin dengannya (kalimat Tauhid) serta tidak ragu-ragu terhadapnya. Apabila syarat tersebut tidak ada maka yang disyaratkan juga tidak ada. Sahabat Ibnu Mas'ud Radhyiallahu 'anhu berkata: "Yakin adalah iman secara keseluruhan (dan sabar adalah sebagian dari iman)"[HR.Bukhari secara mu'allaq]Tidak diragukan lagi bahwasanya orang yang yakin dengan makna لا إلاه الله , seluruh anggota tubuhnya akan patuh beribadah kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, dan akan mentaati Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم . Oleh karena inilah Sahabat Ibnu Mas'ud memohon ditambahkan iman dan keyakinan dengan berdo'a :اللهم زدنا إيمانا ويقينا وفقها"Ya Allah, tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan, dan kefahaman"[HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam as-Sunnah dan sanadnya shahih]Beberapa kaum Muslimin yang menyengaja datang ke tempat-temapat yang dianggap mendatangkan berkah menunjukkan mereka tidak yakin dan ragu akan Kebesaran dan Kekuasaan Allah dalam memberi perllindungan dan memberi keberkahan. Ketahuilah bahwa Allah lebih Berkuasa atas diri-diri kalian, tidak ada kesulitan bagi Allah untuk menurunkan siksa-Nya di dunia, tapi Dia ingin melihat siapakah yang paling baik dan benar amalnya dan siapakah yang menentang-Nya dan menyekutukan-Nya.

3. Syarat ketiaga:al-ikhlas

Yaitu memurnikan amal perbuatan dari segala kotoran-kotoran syirik, dan mengikhlaskan segala macam ibadah hanya kepada Allah.Allah 'Azawajalla berfirman :"...Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Ny.Ingatlah , hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)... "[QS.Az-Zumar:2-3]Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم bersabda "Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan :لا إلاه الله dengan ikhlas dari hati atau jiwanya"[HR. Al-Bukhari, Ahmad dari sahabat Abu Hurairah]

ketiga poin di atas adalah 3 dari 7 Syarat dua kalimat Syahadat, Insya Allah akan kami lanjutkan pada tulisan berikutnya. Semoga Allah masih mengizinkan kami untuk menulis ,dan antum wa antunna untuk bisa membaca tulisan ini.

Allahulmusta'an, Nas'alullahal 'afwawal 'aafiah

Subhanakallahumma wabihamdika Asyhaduallailaahailla anta astagfiruka wa'utubuilaik.[do'a kafaratul majelis, Salah satu sunnah Nabi untuk menutup setiap majelis]

Jakarta,14 Jumadilakhir 1431 H

Hamudi bin Abdurrahman

Mohon kesediaannya untuk memberikan koreksi pada tulisan yang salah ataupun keliru.

Sumber tulisan : Di ambil dari kitab Syarah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas, pustaka Imam Asy-Syafi'i dengan sedikit perubahan dari penulis artikel.
Share

0 komentar:

Paling Sering di Baca

Jumlah pengunjung

Chat Box