Laman

Selasa, 05 April 2011

postheadericon Taukah Anda apakah makna dan konsekuensi dari dua kalimat syahadat?[2]


Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Kami memuji-Nya dengan segala pujian. Engkaulah yang memberikan Kami hidup dan Engkau pula yang mematikan kami. Kami bersyukur padaMu atas segala nikmat terutama nikmat waktu dan kesempatan sehingga kami bisa melanjutkan tulisan ini dan memberikan manfaat bagi kaum Muslimin.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

Berkaitan dengan makna kalimat syahadat kedua yaitu “Muhammadarrasulullah” yang kebanyakan kaum Muslimin tidak menjalankan konsekuensi atas kalimat ini yang telah dan bahkan sering mereka ucapkan dari lisan mereka . Ini adalah pemandangan yang dipertontonkan di hadapan mereka tapi mereka tidak pernah terbetik di hati mereka untuk ingin mengetahui bagai mana sebenarnya syariat menetapkan hal ini.

Ketika seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat maka ia telah berada dalam agama yang mulia yaitu dienul Islam, di mana setiap manusia akan memperoleh kemulian dengan berjalan di atas dien ini. Tentunya kemulian itu akan didapatkan jika halnya mereka memuliakan dien ini dengan memahami setiap apa yang Allah dan Rasul-Nya kehendaki. Dalam hal ini kalimat syahadat “Muhammadarrasulullah ” telah mengikat mereka dengan berbagai konsekuensi yang harus mereka jalani agar mereka termasuk ke dalam golongan kaum Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam sebagai mana dalam hadits Rasulullah

“Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku”[HR.Bukhari dan Muslim].

Termasuk di dalamnya adalah mereka yang enggan melaksanakan Sunnah Rasulullah setelah mereka mengetahui ilmunya dan lebih senang melaksanakan adat istiadat yang bertentangan dan tidak pernah dicontohkan dalam Sunnah. Maka berhati-hatilah engkau wahai saudari/iku yang suka menentang atau mengabaikan Sunnah Rasulullah. Mulailah dari sekarang untuk menjadi manusia yang kritis, yaitu tidak akan beramal dengan amalan yang tidak pernah Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam contohkan dalam Sunnahnya. Koreksi setiap amalan yang kalian lakukan apakah ada contohnya dari Rasulullah atau tidak, dan jika ada apakah telah sesuai dengan yang dicontohkan Beliau?
Dengan seseorang telah mengucapkan syahadat kedua yaitu “Muhammadarrasulullah ” maka ia harus mencintai Rasulullah dan siap menjalankan konsekuensi dari cintanya itu yaitu seperti yang telah dijelaskan point-pointnya pada tulisan sebelumnya pada konsekuensi syahadat “Muhammadarrasulullah”.


1. Mencintai Rasulullah
Mencintai Rasulullahmengharuskan adanya pengagungan, memuliakan, meneladani beliau dan mendahulukan sabda beliau shallallahu’alaihiwasallam atas segala ucapan makhluk serta mengagungkan Sunnah-sunnahnya. Namun sekarang yang terjadi adalah sebaliknya, banyak di antara kaum Muslimin mempertontkan sikapnya yang mendahulukan pendapat seorang ustadz,kiyai,habaib,dan selainnya di atas Sabda Nabi. Mereka mendahulukan perkataan makhluk dari pada mendahulukan wahyu yang Rasulullah ucapkan atas izin Allah. Inikah bukti kecintaan kita kepada Rasulullah?
Allah berfirman dalam surat Al-Hujurat[49]:1 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui."[ Al-Hujuraat(49):1 ]

2. Mentaati apa yang Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam perintahkan.
Jika kita mengakui diri kita mencintai Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam maka tunjukkanlah bahwa kita mentaati setiap apa yang Beliau perintahkan dan menjauhi setiap apa yang Beliau larang karena tidak lain apa Beliau ucapkan adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepada Beliau. Dan ketahuilah sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga adalah taat kepada Beliau. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa’ :13
تِلْكَ حُدُودُ اللّهِ وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar."

3. Membenarkan apa yang Beliau Shallallahu’alaihiwasallam sampaikan.

Allah berfirman dalam surat An-Najm(53):3-4
وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىإِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى
"dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."

Menahan diri dari apa yang dilarang dan dicegah oleh Beliau shallallahu’alaihiwasallam
Allah berfirman dalam surat Al-Hasyr[59]:7
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُوَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"...Apa-apa yang deberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya."

Beribadah sesuai dengan apa yang beliau shallallahu’alaihiwasallam syari’atkan, atau dengan kata lain ittiba’ kepada beliau shallallahu’alaihiwasallam.
Agama Islam telah sempurna, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam diututs oleh Allah untuk mengajarkan ummat islam tentang bagaimana cara yang benar dalam beribadah kepada Allah, dan beliau telah menyampaikan semuanya. Oleh karena itu, ummat Islam wajib ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam agar mereka mendapatkan kecintaan Allah , kejayaaan dan dimasukkan ke dalam Surga-Nya.


Perhatikanlah saudara/iku. Di antara cinta kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam adalah dengan mengamalkan Sunnahnya, menghidupkan, dan mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkannya, serta berjuang membela As-Sunnah dari orang-orang yang mengingkari As-Sunnah dan melecehkannya. Termasuk cinta kepada Nabi shallallahu’alaihiwasallam adalah menolak dan mengingkari semua bentuk ibadah yang dibuat-buat di dalam masyarakat yang dikenal dengan bid’ah, karena ketahuilah bahwa setiap bid’ah(dalam hal agama) adalah sesat.

Segala puji Bagi Allah,semoga yang membaca tulisan ini bisa menyampaikannya kepada yang tidak dapat membacanya, semoga Allah memberikan kita Taufiq dan hidayahnya sehingga yang samar-samar menjadi jelas dan kita di hantarkan di atas jalan yang haq.

Wallahua'lam. Tulisan ini Insya Allah masih belum selesai. Semoga Allah masih memberikan kami waktu luang dan kesehatan untuk dapat melanjutkan tulisan ini.

ditulis di Jakarta, 9 Jumada2,1431 H
Hamudi bin Abdurrahman

Sumber tulisan : Di ambil dari kitas Syarah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas, pustaka Imam Asy-Syafi'i dengan sedikit perubahan dari penulis artikel.
Share

0 komentar:

Paling Sering di Baca

Jumlah pengunjung

Chat Box